ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Corona dengan Ketiak

Written by on 18 Mei 2016

Tidak bercanda, tetapi itu yang dilakukan peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka menciptakan alat screening Covid-19 yang dinamakan i-nose c-19.

Proyek ini dikembangkan oleh Prof Drs Ec Ir Riyanarto, M.Sc, PhD. Pria yang menjadi guru besar Teknik Informatika ini menjelaskan bahwa nantinya bau ketiak atau axillary sweat odor akan diproses dengan bantuan kecerdasan buatan.

Cara penggunaannya sederhana, pasien hanya cukup menempelkan alat ini ke ketiak dan menjepitnya. Dari sana, alat akan mendeteksi Covid-19 yang ada di dalam tubuh pasien.

Melansir dari Detik Health, alat ini memiliki keuntungan karena sampel yang digunakan tidak berbahaya. Bau ketiak tidak bisa menyebarkan Covid-19 bagi petugas yang sedang memeriksanya.

Alat ini juga dilengkapi dengan fitur near-field communication (NFC) untuk membaca e-KTP. Oleh karena itu, pasien dapat langsung terdata dengan baik.Alat ini merupakan hasil penelitian Riyanarto sejak empat tahun yang lalu.

Kemudian, mulai Maret 2019 alat ini dikembangkan. Sejauh ini, alat pendeteksi ini sudah mencapai tahap uji klinis satu.Pihak pengembang masih memerlukan uji sampel lanjutan untuk dapat menggapai izin edar di pasaran.

Jika dapat diproduksi secara massal dan digunakan oleh masyarakat, i-nose c-19 akan menjadi alat pendeteksi pertama yang menggunakan bau ketiak sebagai sampel pendeteksinya.


Current track

Title

Artist